Kebutuhan gaming di resolusi 1080p memang masih menjadi resolusi paling populer menurut survei yang dilakukan Steam, dan Nvidia baru aja merilis sebuah VGA RTX berbasis Ampere paling terjangkau yang fokusnya memang di resolusi 1080p nih, yaitu RTX 3050 yang resmi menjadi adik paling bontot di RTX 3000 series
Meski ditujukan untuk pasar 1080p alias mid to low end, tapi VRAMnya cukup besar loh yaitu 8GB GDDR6
Penasaran bagaimana detailnya VGA ini Yuk kita bahas
Sebelum kita masuk inilah spesifikasi dari ROG Strix RTX 3050 OC Edition:
Dalam melakukan benchmark dan pengujian, berikut ini berbagai komponen yang kru KotGa gunakan untuk mengulas kartu grafis Nvidia RTX 3050 :
DESAIN
Meski ini RTX 3050, tapi versi yang akan kita bahas kali ini datang dari ROG, yaitu ROG Strix RTX 3050 OC Edition yang kalau kita bahas desainnya, masih mirip dengan abangabangnya yang udah lebih dulu rilis seperti RTX 3060 Ti yang udah pernah Kru KotGa review juga tentunya
Bentuknya masih bulky dengan heatsink masif yang berukuran 2,7 slot
Meskipun ini harusnya kartu entry level, tapi sudah disertakan dengan triple fan untuk pendinginan yang lebih merata, berteknologi Axial dari Asus, yaitu kipas di tengah akan berputar berlawanan arah jarum jam
Desain tersebut diklaim bisa mengurangi efek turbulensi sehingga pasokan udara untuk pendingin yang dihasilkan lebih baik
Backplatenya juga sudah cakep, khas ROG banget, dan sudah disertakan iluminasi RGB dengan aksen logo ROG
RGBnya juga ada pada bagian depan, yang bisa dipersonalisasikan juga pada software armoury crate
Untuk konektivitasnya sendiri, VGA ini memiliki slot interface yang sangat lengkap, yaitu 3x Displayport 1
4a, dan 2x HDMI 2
1
Resolusi maksimum adalah 7680 x 4320 yang dipecah pada maksimum empat layar
VGA ini menggunakan 1x8Pin Power Connector untuk suplai dayanya, dengan rekomendasi PSU hanya 550 Watt saja
FITUR
GPU Tweak II
Kartu ini masih datang dengan GPU Tweak II seperti kartukartu grafis lainnya dari ASUS, dimana ini adalah software yang cukup membantu kamu yang ingin tweaking tanpa perlu ke BIOS
GPU Tweak II memungkinkan user untuk mengubah parameter penting termasuk clock speed GPU, frekuensi memori, bahkan hingga pengaturan voltase, yang dapat dipantau semuanya secara realtime
Panel kontrol kipas juga sudah disertakan untuk membantu mendapatkan hasil maksimal dari kartu grafis ini
:
DUAL BIOS SWITCH
VGA ini masih hadir dengan fitur dual BIOS yang memiliki switch fisik dedicated, yang dapat diatur ke PMode atau Performance Mode alias default, dan QMode atau Quiet Mode untuk penggunaan yang lebih senyapTidak ada perbedaan clock speed pada kedua mode ini, perbedaan hanya ada pada Fan Speed saja
FANCONNECT II
Ini fitur yang menurut Kru KotGa cukup keren dan seharusnya brand lain boleh nih ikutan adopsi fitur yang satu ini sebagai suatu standard baru, yaitu menyediakan 2 buah tambahan slot PWM untuk yang mau nambahin kipas casing tapi dengan kecepatan kipas yang mengikuti ritme dari kipas VGA yang sinkron sama CPU dan GPU temperature
PERFORMA
Pada pengujian kali ini, kru KotGa akan melakukan benchmark sintetis serta uji di berbagai game terkini untuk menjadi gambaran sejauh mana kemampuannya
Kru KotGa akan menggunakannya dalam performa secara default dan overclock manual untuk mengetahui performa yang sesungguhnya
Berikut adalah hasil benchmark sintetis menggunakan 3DMark Firestrike, Basemark GPU yang berfokus pada kemampuan DirectX12, dan juga Unigine Heaven
Dari hasil benchmark sintetis tersebut tentu kita bisa lihat bahwa performanya memang bukan yang terbaik, tapi jika kita mengingat peruntukan kartu grafis ini memang untuk kelas midtolow end, kru kotga sudah cukup puas dengan performa encodingnya
Pada Blender 3D BMW untuk GPU render menggunakan Cuda Cores mendapatkan angka yang cukup baik, dapat selesai dalam waktu 38 detik untuk keadaan overclocked, yang jika dibandingkan dengan Radeon RX 6500XT yang baru Kru KotGa review juga kemarin hasilnya cukup terpaut jauh
Nah, karena memang kartu grafis ini ditujukan untuk gameplay di resolusi 1080p, selanjutnya kru KotGa akan melakukan pengujian memainkan beberapa game AAA dan juga esports
Mungkin ini bagian yang sudah ditunggu nih, inilah hasil benchmarknya
Bisa dilihat bahwa ROG Strix RTX 3050 OC Edition memang masih agak struggling untuk beberapa judul berat seperti Cyberpunk ketika menggunakan Ray Tracing, meski sudah dibantu oleh DLSS sekalipun, meski setidaknya sudah cukup playable karena masih berada diatas 30FPS
Untuk juduljudul yang memiliki fitur DLSS atau FSR sebaiknya dimaksimalkan, karena akan sedikit membantu untuk mendapatkan gameplay yang semakin baik, seperti Far Cry 6 yang mendapatkan 73 average FPS meski ray tracing ikut dinyalakan
Pada Shadow of The Tomb Raider sudah menembus sekitar 80 FPS, membuktikan bahwa VGA ini sudah oke untuk bermain game triple A di resolusi 1080p dengan Ray Tracing
Akan tetapi jika penggunaan kelas gamegame kompetitif esports semacam Dota 2 dan Valorant, tentu sudah bisa dipastikan performanya lebih dari cukup dengan average FPS tembus di angka 200an
Dengan GPU clock speed yang tembus mencapai 2,1 GHz pada boost clocknya, tentu ini akan berakibat pada suhu yang tinggi pula tentunya, akan tetapi tampaknya tidak menjadi masalah yang berarti dengan sistem pendinginan dari ROG Strix kali ini
Titik terpanas pada kartu grafis ini hanya mencapai 69 derajat celcius alias adem banget
Pengujian daya yang dipakai ROG Strix RTX 3050 OC Edition terpantau cukup impresif, hanya mengkonsumsi daya sebesar 4,8 watt ketika idle, dan 978 watt ketika full load, cukup irit daya juga
KESIMPULAN
Kesimpulan yang bisa Kru KotGa ambil setelah melakukan pengujian adalah, tampaknya kartu grafis dari lini apapun tapi jika dikawinkan dengan desain dan cooler dari ROG Strix memang terasa superior sekali
Nah VGA ini cocok untuk siapa saja Kalau kamu adalah gamer yang memang akan bermain di resolusi 1080p, butuh kartu grafis untuk gamegame esports dan juga triple A lengkap dengan ray tracing, atau pekerja kreatif maupun editor yang membutuhkan hardware encoding dengan Cuda Cores
: Tentu kartu ini adalah pilihan manis yang bisa kamu pertimbangkan, mengingat harganya yang cukup terjangkau di 8,2 jutaan rupiah yang sudah datang dengan VRAM 8GB GDDR6
Hadir dengan cooling istimewa khas ROG Strix, suhu yang adem tentu akan menjadi ketenangan tersendiri ketika memakai VGA ini untuk kerja yang beratberat
Ok itulah review ROG Strix RTX 3050 OC Edition dari kru KotGa
Kesimpulan Review: ASUS ROG Strix RTX 3050 OC Edition
Baca Juga:
https://akuratbanget.blogspot.com/2022/07/acara-kolaborasi-paling-luar-biasa.html
https://akuratbanget.blogspot.com/2022/07/buletin-analis-tinjauan-pasar-game.html
https://akuratbanget.blogspot.com/2022/07/ulasan-video-game-dragon-age-2.html
https://kutopup.com/tag
