Legend Of Mana Remastered

Legend Of Mana Remastered

game

Setelah sempat dihebohkan dengan pengumumannya di Nintendo Direct Februari 2021, akhirnya Square Enix secara resmi merilis Legend of Mana Remastered pada 24 Juni di platform PC, PS4, dan Switch

Termasuk dalam franchise Mana, game ini merupakan versi remaster dari judul yang sama dengan versi PS1

Dijuluki sebagai salah satu JRPG legendaris, akhirnya Legend of Mana sukses membentuk masa kecil para pemain dengan soundtrack, cerita dan sistem battle yang khas

Kali ini, kru KotGa mendapatkan kesempatan untuk menjajal sekaligus mengulas Legend of Mana Remastered lebih dalam

Yuk, simak ulasannya di bawah ini

:

Alur Cerita yang Klasik dan Penuh Nostalgia

Dari segi plot, Legend of Mana Remastered terlihat sama saja dengan versi orisinalnya

Menghadirkan kisah layaknya gamegame JRPG legendaris, membuat pemain merasa nostalgia akan bermain game PS1 maupun PS2

Legend of Mana mengambil setting di sebuah dunia fiksi bernama FaDiel

Sebuah pohon yang dijuluki Pohon Mana dianggap oleh banyak orang sebagai pembawa kehidupan bagi dunia yang telah terbakar sembilan abad sebelum kejadian di dalam game

Saat itu, perang dahsyat terjadi antara peri, manusia, dan makhluk lainnya yang membawa malapetaka bagi dunia

Bukan membawa kebaikan, mereka justru mencari kekuatan langka yang tersisa dari pohon hanya demi kepentingan duniawi

Seusai perang, Pohon Mana pun tertidur dan beberapa tempat di dunia disimpan dalam sebuah artefak kuno

Protagonis, yang akan menjadi pahlawan bagi dunia FaDiel ditugaskan untuk bertanggung jawab dan memulihkan dunia seperti sedia kala

Kini, tanah FaDiel dihuni oleh sejumlah makhluk berbeda

Mulai dari manusia, iblis, Jumi, peri, dan masih banyak ras lainnya

Ada juga kehidupan dari Underworld yang dikenal sebagai Shadoles

FaDiel menjadi rumah bagi sejumlah hewan dan objek lainnya, termasuk monstermonster seperti Rabites, Chobin Hoods, dan Goblins

Kreasikan Map Sesuai Keinginan

Salah satu keunikan Legend of Mana, yang jarang sekali dimiliki oleh beberapa game JRPG lainnya adalah sistem Land Make

Sesuai dengan namanya, pemain bisa meletakkan artefak kota maupun dungeon berdasarkan keinginan pemain

Di awal permainan, pemain akan diminta untuk menentukan lokasi map tertentu

Namun, pemain hanya melihat petak tanah kosong

Dan tugasmu adalah mencari artefakartefak yang tersebar di berbagai tempat

Kemungkinan sebanyak 36 artefak dapat ditemukan, tergantung dari plot yang pemain pilih

Guna mendapatkan artefakartefak tersebut, pemain harus melakukan counter event tertentu dari berbagai tempat

Perlu diketahui, setiap artefak lokasi memiliki Mana Spirits berbedabeda, yang berada pada skala poin dari nol sampai tiga

Penting untuk diingat, Mana Spirits pada lokasi yang hendak dibangun juga berpengaruh besar terhadap elemen di lokasi sekitarnya

Misalnya, artefak yang hendak diletakkan memiliki elemen api atau dominan pada Spirit Salamando

Jika pemain menaruhnya di sebelah lokasi yang juga memiliki elemen api, maka stat Spirit Salamando juga meningkat

Sehingga pemain tidak bisa sembarangan meletakkan artefaknya, karena Spirit ini akan berpengaruh terhadap sihir yang digunakan pemain nantinya

Pelihara Monster dan Menuai Biji

Untuk memunculkan Trent, pohon yang hidup di belakang rumah protagonis, pemain harus menjalani suatu event terlebih dahulu

Setelah Nicolai bergabung, pemain bisa melakukan eksplorasi lebih dalam di Luon Highway

Temui dan bicaralah dengan Gaeus, makhluk hidup yang memiliki wajah di bebatuan

Usai bertanya dengannya, barulah pemain bisa bertemu Trent dan menuai biji di belakang rumah

Trent akan muncul setelah pemain melawan Lullabuds di rumah protagonis

Dia akan memberitahu pemain mengenai cara menanam biji, yang nantinya berguna untuk monster peliharaan protagonis

Ada beberapa biji yang dapat diberikan ke Trent untuk ditanam

Mulai dari Round Seed, Big Seed, Small Seed, dan masih banyak lagi

Setelah memberikan biji ke Trent, pemain harus menunggu beberapa saat agar bisa menghasilkan sebuah item

Item ini dinamai Produce, yang bisa diletakkan di storage berupa kotak kayu dekat pintu keluar

Produce yang sudah dimasukkan nantinya akan dikirimkan ke monster peliharaan

Berbicara soal monster peliharaan, Legend of Mana memungkinkan pemain untuk memelihara monster setelah menyelesaikan counter event Monster Corral

Pemain bisa menemukan telurtelur monster dari berbagai lokasi yang tersebar

Ini memang sedikit tricky, terutama ketika menangkap monsternya

Jika pemain ingin menangkapnya dengan cepat agar tidak kabur adalah dengan memberinya makan

Tunggu sampai telur monster berjalan ke arah makanan, kemudian barulah pemain bisa menangkapnya

Apabila berhasil, maka monster yang telah ditangkap akan ditempatkan di Monster Corral, yang berada di belakang rumah

Salah satu fitur yang sebelumnya tidak ditampilkan di Legend of Mana PS1 versi Amerika adalah Ring Ring Land

Fitur ini tadinya hanya tersedia di versi Jepang

Menariknya dari Ring Ring Land terletak pada konsep gameplaynya, yang mengingatkan pemain akan permainan konsol jadul era 90an

Selain memberi makan, pemain dapat mengajak bermain dan memungkinkan monster peliharaannya berpetualang di dunia digital

Ring Ring Land menjadi wadah untuk monster dalam berpetualang, bertempur, sampai mencari harta karun

Meskipun monster tersebut dapat bertarung di Ring Ring Land, sayangnya dia tidak bisa membantu karakter dalam bertempur

Combat Tidak Banyak Berubah

Sistem pertarungan Legend of Mana Remastered tidak mengalami banyak perubahan dari versi PS1

Game ini mengusung konsep action RPG menarik dengan model realtime

Sebelum memulai permainan, pemain dibekali dengan pilihan senjata

Mulai dari pedang, pisau, kapak, tombak, busur panah, dan masih banyak lagi

Namun perlu diingat, setiap senjata akan mempengaruhi statistik dan kemampuan karakter

Jika di versi orisinal kami pernah mencoba menggunakan pedang, kini giliran mencoba menggunakan tombak di versi Remastered

Agak disayangkan jika AI karakter NPC masih tergolong kurang

Khususnya pada bagian akhir pertarungan

Tidak jarang kami kesulitan untuk menaikkan level NPC, karena pergerakan mereka seringkali menjauh dari berlianberlian biru, yang dianggap dapat menaikkan EXP

Meskipun mekanisme pertarungan mungkin sedikit tergolong berat bagi pemain pemula, namun jika bermain lebih lama akan terbiasa

Misalnya lama kelamaan mudah mengontrol dan menghindari serangan musuh melalui kombinasi dodge dengan Quick Attack maupun Power Attack

Selain itu, ada juga shortcut untuk mengeluarkan serangan spesial yang bisa diatur di bagian menu

Akan tetapi, serangan spesial memiliki limit, yang bisa dilihat di bar meteran di bawah HP

Guna mengisinya, pemain harus menyerang biasa secara melee terlebih dahulu

Namun minusnya, serangan tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk dilancarkan

Bahkan, tidak jarang serangan spesial melesat dan tidak tepat ke sasaran

Fitur Baru

Seperti kebanyakan game remaster pada umumnya, Legend of Mana Remastered menghadirkan berbagai fitur baru

Salah satunya yang jelas adalah peningkatan kualitas grafis

Ada dua mode resolusi yang ditampilkan di versi Remastered, yaitu 1080p dan 4K

Memang dari segi grafis tidak banyak berubah (berbeda jika pemain membandingkannya dengan Final Fantasy VII Remake, yang mengalami perombakan grafis dan visual)

Visual tetap terlihat indah dan cantik, apalagi mengingat lanskap di dalam game banyak terdapat unsurunsur alam

Selain visual atau grafis, Legend of Mana Remastered menambahkan fitur Music Mode

Melalui fitur ini, pemain dapat mendengarkan musikmusik khas Legend of Mana yang digubah oleh Yoko Shimomura

Beliau merupakan komposer terkenal, yang seringkali menggarap musik untuk gamegame JRPG seperti Kingdom Hearts, Final Fantasy XV, Radiant Historia, hingga Xenoblade

Menariknya dari Music Mode adalah pemain juga dapat memilih dari dua jenis musik yang ditawarkan, yaitu versi orisinal dan versi aransemen ulang

Kemudian fitur baru lainnya yang disuntikkan ke dalam versi Remastered adalah Quick Save

Sesuai dengan namanya, pemain tidak perlu khawatir apabila belum menyimpan progress dari game

Pasalnya, versi Remastered telah menyuguhkan Autosave di setiap progress permainan

Akan tetapi, mengingat plot dan karakter yang dipilih menentukan plot yang berbeda, fitur save manual juga tetap ada di sini

Selama berada di dungeon, pemain tetap bisa menyimpan progress permainan di mana saja dan kapan saja

Sehingga tidak perlu kerepotan mencari save point

Agar pemain tidak ingin diganggu musuh di sepanjang dungeon, Legend of Mana Remastered menghadirkan fitur Encounters

Sesuai dengan namanya, fitur ini memungkinkan pemain untuk memilih opsi mode dalam melawan musuh

Pemain dapat menonaktifkan Encounters, apabila merasa risih dengan kehadiran musuh

Fitur ini cocok untuk pemain yang hanya ingin menikmati jalan cerita Legend of Mana dan mempercepat progress permainan

Kesimpulan

Legend of Mana menjadi salah satu game layak dimainkan untuk pemain yang ingin membangkitkan nostalgia akan JRPG old school

Visual tidak berubah, begitupun juga dengan plot dan gameplay klasik

Eksistensinya masih abadi, dengan peningkatan grafis yang menjadikan visual lanskap dan environment Legend of Mana Remastered tampak lebih indah, mendetail, dan cantik

Tidak sedikit pemain yang mengharapkan adanya perubahan mayor dari versi Remastered ini

Namun menurut kami, perubahan yang ditampilkan hanyalah bersifat minor

Seperti dari segi combat, kami tidak menemukan perubahan mencolok

Baik mekanisme dan tingkat kesulitan saat battle juga sama dengan versi orisinalnya

Meskipun demikian, Legend of Mana Remastered patut diacungi jempol, karena masih mempertahankan nilainilai positifnya seperti plot, karakter, dan tentunya sistem Land Make


Baca Juga:

https://akuratbanget.blogspot.com/2022/07/acara-kolaborasi-paling-luar-biasa.html
https://akuratbanget.blogspot.com/2022/07/buletin-analis-tinjauan-pasar-game.html
https://akuratbanget.blogspot.com/2022/07/ulasan-video-game-dragon-age-2.html

https://kutopup.com/tag